Tik Tok bakal batasi usia minimum pengguna di Indonesia

Lotus4d.com – Manajemen aplikasi Tik Tok baru saja bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara. Pertemuan tersebut membahas tentang peraturan yang harus ditaati oleh seluruh layanan platform, terutama terkait dengan konten-konten negatif.

Dalam pertemuan yang dilakukan kurang lebih 1 jam itu, manajemen Tik Tok juga mengaku akan merevisi aturan main tentang pembatasan usia bagi para penggunanya yang mendaftar ke layanannya.

Sejauh ini, hanya pengguna yang berusia 12 tahun diperbolehkan mendaftar. Itu merujuk pada negara-negara di luar Indonesia. Namun hal itu berbeda dengan di Indonesia. Maka itu, pihaknya melakukan perubahan usia pengguna.

“Tik Tok terkenal sekali di banyak negara, dan kami berusaha untuk mematuhi peraturan lokal di negara tersebut, termasuk di Indonesia. Salah satunya dengan membatasi usia dari 12 tahun menjadi 16 tahun,” ujar Senior Vice President Toutiao Zhen Liu ketika ditemui awak media setelah bertemu dengan Menkominfo di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Rabu (4/7), kemarin.

Selain membatasi usia minimal penggunanya, Tik Tok juga berkomitmen untuk membersihkan konten negatif di platformnya.

“Kami berkomitmen membersihkan konten negatif agar platform ini bisa terus tumbuh dan kami hadir di sini (Kemkominfo) udah menetapkan komitmen tersebut,” ujarnya.

Perlu diketahui, Tik Tok merupakan salah satu platform milik perusahaan bernama Toutiao. Di Indonesia Toutiao juga memiliki platform lain, yakni layanan agregator berita Babe yang sudah memiliki kantor di Indonesia. Meski Babe sudah punya kantor di Indonesia, Toutiao tetap berencana membuat kantor di Indonesia.

“Kami sudah punya kantor di Indonesia kami juga punya produk di Indonesia, Babe. Kami berencana buka kantor khusus Tik Tok di Indonesia,” katanya.

Tik Tok, menurut Liu, kini punya lebih dari 10 juta pengguna aktif di Indonesia. Oleh karenanya, perusahaan berkomitmen untuk mematuhi aturan pemerintah.

Sebelumnya, Menkominfo menyatakan bahwa aplikasi Tik Tok diblokir lantaran mengandung unsur konten negatif. Sehingga berdasarkan masukan dari pihak terkait, mengusulkan untuk aplikasi tersebut diblokir.

Secara pararel, Kemkominfo juga melakukan komunikasi dengan pihak aplikasi Tik Tok untuk meminta membersihkan seluruh konten negatif. Hal ini pun bila aplikasi Tik Tok ingin dibuka aksesnya seperti sedia kala.

“Kami sudah menghubungi Tik Tok untuk membersihkan kontennya. Pendekatannya kami lakukan seperti kepada Bigo yang telah membersihkan dan menjaga kontennya. Ada puluhan staf Bigo yang kerjanya membersihkan konten Bigo untuk Indonesia, maka Bigo kami buka lagi,” jelas Rudiantara.

Lotus4d.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *