Harga properti makin mahal setiap tahun

Lotus4d.com – Setiap tahun harga properti pasti naek pertahun nya , Apalagi kadang kenaikan harga properti dengan upah pekerja memberikan kekhawatiran bagi seseorang.

Dengan upah yang diterima, menimbulkan pertanyaan apakah mampu untuk memiliki properti terutama rumah idaman. Tak hanya memikirkan soal dana untuk membeli rumah, namun Anda juga harus punya pengetahuan membeli rumah, waktu dan tenaga.

Belum lagi bagaimana cara membeli properti misalkan rumah, apakah lebih baik lewat cicilan atau tunai. Kemudian bagaimana cara memiliki kredit pemilikan rumah (KPR) di bank, dan mengajukan KPR serta lainnya yang berkaitan dengan properti.

Tingginya harga properti saat ini membuat kaum milenial sulit memiliki rumah. Bahkan dari hasil survey yang dilakukan Rumah123 akhir tahun 2016 lalu, diperkirakan hanya 5% dari generasi milenial yang bisa memiliki rumah di Jakarta pada beberapa sisanya entah tinggal di mana.

CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, mengatakan bahwa harga properti terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Adapun rata-peningkatan harga properti sebesar 8% setiap tahunnya.

“Kalau harga properti itu relatif di atas inflasi. Jadi kalau inflasinya sekarang rendah 3% sih, jadi kalau rata-rata peningkatan properti, kalau sedang normal di atas 8% – 10% setiap tahun.

Ali mengatakan pada dua tahun belakangan ini harga properti mengalami perlambatan. Oleh sebab itu dalam dua tahun belakangan itu harga properti hanya mengalami peningkatan sekitar 6% setiap tahunnya.

Namun, bila sedang tinggi, peningkatan harga properti bisa mencapai 20% pertahunnya. Hal itu sempat terjadi pada tahun 2009 hingga 2012 lalu di mana sektor properti sedang dalam kondisi yang berkembang.

“Dua tahun belakangan ini relatif di kisaran 6%-an karena ada perlambatan properti. Tapi kalau kita lihat pada 2009-2011-2012 bisa 20% kenaikannya pertahun. Itu memang makin lama makin tidak terjangkau,” katanya.

Bila terus mengalami perkembangan seperti itu, bukan tidak mungkin tingginya harga properti benar-benar tak bisa dijangkau oleh kaum milenial. Hunian sewa akan menjadi satu-satunya pilihan bagi kaum milenial.

“Sampai pada waktunya mungkin daya beli enggak akan mengejar harga properti. Dan pada saat itu kemungkinannya kaum-kaum milenial akan menyewa. Mindsetnya bakal berpikir yang penting mereka ada hunian, enggak masalah sewa juga.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *