Sidak ke Apartemen Gateway, Pemkot Jaksel Periksa Penghuni

Lotus4d.com – Jakarta – Pemkot Jakarta Selatan bersama pihak imigrasi melakukan sidak di Apartemen Gateway. Di sana, petugas memeriksa kelengkapan identitas penghuni apartemen.

Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi yang memimpin operasi mengatakan, pemeriksaan dilakukan dalam rangka penertiban administrasi kependudukan menjelang pemilu.

“Mereka yang identitas kependudukannya belum jelas, kita bantu di sini,” ujar Tri kepada wartawan di Apartemen Gateway Jalan Ciledug Raya, Petukangan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (9/5/218).

Upaya ini juga dilakukan untuk menghilangkan stigma negatif apartemen. Perlu diketahui, ada sejumlah tindakan kriminal seperti penyalahgunaan narkoba, bunuh diri hingga prostitusi terjadi di beberapa apartemen.

Petugas mendata dokumen kependudukan

“(Untuk) membantu pengelola (apartemen), jangan sampai apartemen ini dibilang apartemen yang negatif. Ada orang nggak jelas, ada orang asing nggak jelas,” imbuhnya.

Apartemen Gateway memiliki 1.271 unit. Sampai saat ini ada 697 kepala keluarga (KK) dan sekitar 2.000 jiwa yang menghuni apartemen.

“Bagi mereka yang belum (beres administrasi) sekitar 62-an ini kita imbau, kita cek dulu apakah mereka punya KK di tempat lain atau nggak. Kalau udah di tempat lain nggak mungkin lagi buat di sini,” ungkapnya.

Kepala Seksi Data Informasi dan Pengawasan Sudin Dukcapil Jakarta Selatan, Bintang Juara Susita menyampaikan dari operasi tersebut ada dua pasangan yang diamankan.

“Sejauh ini sudah kami amankan ada dua pasang. Satu pasang tanpa identitas, satunya bawa surat keterangan KTP hilang, KTP-nya hilang di Bali,” kata Bintang.

Satu pasangan muda diamankan karena tak memegang kartu identitas

Untuk menjaga ketertiban administrasi, Bintang mengatakan pihaknya siap memfasilitasi pembuatan KTP. “Bagi yang tidak memiliki KTP akan kami arahkan supaya mereka bisa membuat KTP di kelurahan,” tutur Bintang.

Sementara itu Building Manager Apartemen Gateway, Dave menyampaikan pihaknya sudah menerapkan pengawasan ketat terhadap penghuni. Pengelola melarang keras sistem sewa unit harian.

“Nah, inikah ada yang sewa harian, nah itu yang akan dibasmi. Jadi menyewa untuk satu hari nggak boleh. Minimal sewa di sini 3 bulan,” kata Dave.

Dave mengklaim pihaknya juga rutin melakukan pemeriksaan terhadap penghuni yang tidak melapor, terutama pasangan muda. Hal ini dilakukan untuk mencegah agar apartemen tidak dijadikan sebagai tempat praktik prostitusi.

“Selain itu, kita juga menertibkan mereka yang tidak melapor. Apalagi ada pasangan-pasangan muda itu pasti gak boleh karena kita juga lagi perang sama prostitusi online,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *