Politisi Demokrat sebut perlu strategi baru agar poros ketiga bisa terbentuk

Ketua Departemen Koordinasi kesejahteraan Rakyat Partai Demokrat Dede Yusuf mengatakan perlu strategi baru terkait dengan poros Pilpres 2019. Sebab kata dia, poros ketiga akan sulit terbentuk jika PAN dan PKB merapat pada koalisi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Poros ketiga ini kan harus 20 persen ya, saya belum menghitung ya, jika Partai Demokrat 10 persen, PAN berapa persen lalu PKB berapa persen. Jika lari satu kan berarti ini ada yang kosong, tentu harus ada strategi lain,” kata Dede di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selasa (10/4).

Dede menyayangkan jika dalam Pilpres 2019 hanya terdapat dua poros. Namun, Ketua Komisi IX DPR ini menegaskan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) nantinya akan membahas secara serius terkait dengan wacana poros ketiga itu.

“Tentu nanti Pak Ketua Umum (SBY) kan ada obrolan yang serius tapi sampai saat ini belum ada obrolan itu,” ujarnya.

Secara pribadi, Dede menilai, dua poros semakin menggambarkan pengulangan duel di Pilpres 2014 antara Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Padahal, lanjutnya, semakin banyak pilihan semakin bagus.

“Seperti mengulang pemilu 2014 kemarin , seolah-olah rakyat Indonesia ini sedikit sekali. Menurut saya pribadi bukan partai ya, semakin banyak poros semakin bagus. Jadi opsi-opsi itu bisa diterima oleh publik,” ucapnya.

Diketahui, dalam Pilpres 2019 mendatang terdapat dua calon yang kuat untuk bisa maju Pilpres 2019. Calon tersebut adalah Presiden Jokowi dan Prabowo.

Jokowi saat ini sudah didukung lima partai pendukung yakni PDIP, Partai Golkar, Partai Hanura, Partai NasDem, dan PPP. Sedangkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hingga kini belum mendeklarasikan dirinya maju pilpres dan kemungkinan akan menggaet PKS sebagai rekan koalisi. Partai yang belum menentukan pilihan adalah PAN, PKB, dan Demokrat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *