Tekan Peredaran Narkoba, Lapas High Risk Bagi Bandar akan Ditambah

lotus4d.com – Jakarta – Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly mengatakan jajarannya telah menyiapkan lapas high risk atau lapas pengamanan ketat bagi bandar narkoba dan teroris kelas berat di Nusakambangan. Yasonna meyakini lapas high risk dapat membuat para narapidana stres karena penjagaan yang ketat.

“Itu kita buat memang khusus untuk bandar yang satu orang satu, CCTV 24 jam, itu (membuat napi) stres, betul-betul stres, tidak bisa berkomunikasi, seorang diri saja. Berbicara dengan tembok saja,” kata Yasonna, di Hotel Sari Pan Pasific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).

Ia mengatakan lapas high risk dikhususkan bagi narapidana teroris yang terletak di Lapas Pasir Putih, Nusakambangan. Sedangkan lapas high risk untuk bandar narkoba berada di Lapas Batu, Nusakambangan. Bahkan Yasonna menyebut ketatnya penjagaan tersebut membuat Kemenkum HAM dikritik karena dianggap melanggar HAM.

“Jadi kan sekarang khusus yang napi teroris sudah kita buat lapas khusus yaitu di Pasir Putih. Bahkan kami sekarang dikritik terlalu keras, melanggar HAM katanya. Tapi yang kita lakukan untuk bandar narkoba kami sudah siapkan di Lapas Batu,” kata Yasonna.

Yasonna mengatakan saat ini baru ada 18 narapidana yang dipindahkan ke Lapas Pasir Putih. Sisanya Kemenkum HAM masih menunggu daftar bandar dari BNN yang masih memiliki jaringan narkoba.

Selain di Nusakambangan, Yasonna menyebut lapas high risk akan dibangun di Medan, Gunung Sindur, dan Kalimantan.

“Nanti ada di Medan, di Lapas Gunung Sindur, satu lagi di Kalimantan,” kata Yasonna.

Yasonna mengatakan saat ini upaya Kemenkum HAM mencegah peredaran narkoba di lapas dengan sering menggelar razia dan membeli peralatan x-ray. Menurutnya upaya tersebut juga harus diimbangi sikap sipir lapas yang berintegritas.

“Ada banyak razia dan peralatan yang kita beli kayak x-ray, penguatan penjagaan, tapi itu diperlukan perubahan sikap. Saya mengajak di Ditjen PAS ubah sikap mental supaya lebih jaga integritas diri kalau banyak petugas yang melakukan kesalahan seperti itu akan kita tindak tegas seperti dipecat, diturunkan pangkat,” kata Yasonna.

Ia mengatakan pemerintah juga sedang giat-giatnya mengkampanyekan antinarkoba. Selain itu menurutnya yang harus diperhatikan adalah mengurangi demand atau permintaan terhadap narkoba. Makanya dia berpesan agar pengguna narkoba mendapatkan rehabilitasi supaya tidak kambuh kembali.

“Maka sisi permintaannya harus benar-benar kita kurangi, rehabilitasi, program pendidikan. Sekarang anak-anak sudah mulai ditawarin narkoba, itu yang kita kurangi permintaan itu mulai dari pendidikan, kampanye dan rehabilitasi,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *