Cerita Stefanus bikin sanggar Mutiara Kasih buat mereka yang seret jodoh

Lotus4d.com a��Ada ungkapan, jodoh ada di tangan Tuhan. Namun, ada kalanya jodoh itu harus melalui Stefanus Satriyo, pendiri Sanggar Kontak Jodoh Mutiara Kasih.

Lelaki berkacamata ini sudah membuka kontak jodoh sejak tahun 1985 di rumahnya, Kampung Wonosari I Jalan Dr Sutomo Semarang. Bermula dari menjodoh-jodohkan temannya, Satriyo malah keterusan membuka kontak jodoh.

“Awalnya iseng hanya untuk hiburan. Rasanya bahagia gitu melihat orang bisa mendapat jodoh, menikah. Apalagi tahun 1980-an itu kan minim hiburan. Jadi kalau ada yang dapat jodoh, itu hiburan tersendiri,” jelasnya saat ditemui dalam acara Ormas Expo 2018 di DP Mall Semarang, Kamis (15/3).

Dia mengaku tidak menghitung pasangan yang sudah dijodohkannya. Di Mutiara Kasih, lanjutnya, tidak semata menjodohkan. Tapi juga memberi bimbingan dan konseling mengenai percintaan hingga pernikahan. Tujuannya agar pasangan yang sudah terikat pernikahan bisa bahagia hingga ajal menjemput.

Menurut Satriyo, syarat untuk menjadi member Mutiara Kasih tidak rumit. “Cukup membayar Rp 200 ribu untuk seumur hidup atau hingga menikah, mengisi data pribadi, dan fotokopi identitas diri,” jelasnya.

Setelah tahapan tersebut, member diperlihatkan data dan foto lawan jenis.

“Mereka bisa memulai dengan saling telepon sendiri atau saya fasilitasi. Kita rutin mengadakan pertemuan setiap Minggu,” kata Satriyo.

Dalam setiap pertemuan, selalu ada anggota baru yang tidak hanya berasal dari Semarang. Beberapa bahkan jadi Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan.

Satriyo mengungkapkan dirinya tidak membebani pasangan yang ketemu harus menikah. “Ya itu kan dari member. Jika cocok, ada yang sekali pertemuan langsung nikah. Ada juga yang sudah satu tahun, tapi masih terus mencari yang sesuai hatinya,” paparnya.

Beragam alasan disampaikan orang yang menjadi member Mutiara Kasih. Menurut Satriyo, yang mendominasi adalah malu, takut tertipu, ragu, hingga tidak punya waktu. Dia berharap dan selalu berdoa agar member yang mendapat pasangan melalui jasa dirinya, tidak salah pilih dan mendapatkan kebahagiaan bersama.

“Bahagia yang saya rasakan itu di antaranya bisa melihat member di pelaminan,” kata Satriyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *