Penghormatan untuk Si Legenda Candra Darusman

Lotus4d.com – Jakarta – Di dunia musik, Candra Darusman adalah legenda hidup. Dengan lagu-lagu yang tidak hanya populer di masanya, namun juga menjadi tembang yang tidak lekang oleh waktu.

Di panggung BNI Java Jazz Festival 2018, sejumlah penyanyi memberikan penghormatan sekaligus menyanyi bersama Candra Darusman. Mereka adalah Monita Tahalea, Teddy Adhitya, Nina Tamam, Adikara Fardy, Mondo Gascaro, Chaseiro, dan Karimata Trio.

Baca juga: Menyanyi Bersama Daniel Caesar di Special Show BNI Java Jazz Festival 2018
Sosok Candra Darusman yang melintasi sejumlah generasi tergambar dari para penonton yang hadir. Meski didominasi oleh penonton dewasa, sejumlah remaja juga tampak memenuhi tempat berlangsungnya pertunjukan.

Teddy Adhitia membuka panggung dengan lagu ‘Kekagumanku’. “Hai apa kabar?” ungkapnya menyapa penonton yang berkumpul di BNI Hall, Hall D2, JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (3/3/2018).

‘Kau’ menjadi lagu selanjutnya yang dibawakan oleh Teddy Adhitya. “Luar biasa sejak dulu hingga saat ini, lagu ini masih dinyanyikan oleh segitu banyak orang,” tuturnya lagi.

Selepasnya giliran Monita Tahalea yang naik panggung dengan membawakan ‘Perkenalan Perdana’. Monita Tahalea kemudian memanggil Nina Tamam yang langsung membawakan lagu ‘Senantiasa’.

“Di sini siapa yang pernah putus karena beda agama?” tanya Nina Tamam sebelum kemudian membawakan lagu ‘Rintangan’ bersama Adikara. Ketika Adikara naik ke atas panggung, sontak sejumlah penonton perempuan remaja berteriak memanggil namanya.

Penghormatan untuk Si Legenda Candra Darusman

Baca juga: Santai Bersama Danish Radio Big Band with Curtis Stringers
Adikara tak langsung turun panggung, ia pun menyanyikan lagu ‘Detik Waktu’. Selepas Adikara, giliran Mondo Gascaro naik panggung. Ia pun membawakan lagu ‘Indahnya Sepi’.

Usai menyanyi, Mondo kembali memanggil Adikara untuk naik ke atas panggung. Namun kali ini Adikara tak benyanyi seorang diri, ia muncul di atas panggung bersama Candra Darusman yang langsung disambur tepukan tangan penonton. Keduanya membawakan ‘Dunia di Batas Semua’.

“Selamat malam Jakarta, selamat malam Java Jazz. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena telah mengetuk pintu hati seseorang untuk mengajak orang-orang merekam kembali lagu saya dalam album yang berjudul ‘Detik Waktu’, ialah Panji Prasetyo,” ucapnya.

Dengan kibornya, Candra Darusman membawakan sebuah lagu berbahasa Inggris dengan nada yang terdengar syahdu, ‘It’s Amazing for Me’.

Bersama Erwin Gutawa pada bass dan Budi Haryono pada drum, Candra Darusman tampil dalam format Karimata Trio. “Sebenarnya kami berlima, tapi karena yang lain berhalangan hadir, kali ini kami tampil dalam format trio,” jelas Candra Darusman yang bermain kibor dalam trio tersebut.

Sebuah lagu berjudul ‘Cendramata’ dan ‘Esok kan Masih Ada’ pun dimainkan dengan sangat apik. Tak heran, ketiganya adalah musisi papan atas Indonesia.

Candra Darusman pun memanggil Chaseiro untuk naik ke atas panggung.

“Dalam kehidupan kita punya bermacam-macam teman, ada yang disebut friends for life, dan Chaseiro menurut saya adalah friends for life untuk saya,” ungkapnya.

Chaseiro pun bernyanyi ‘Jangan Salah’ bersama oleh Karimata Trio sebagai pengiringnya.

Lagu ‘Pemuda’ dari Chaisero yang dibawakan oleh seluruh pengisi acara di panggung tersebut menutup penampilan di panggung tersebut malam hari itu dengan lengkap.

Seperti yang telah disebutkan oleh Candra Darusman, konser malam ini merupakan bagian rilisnya dari album ‘Detik Waktu’ yang tepat dilepas hari ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *