Plt Kadinkes Jombang Nonaktif Bicara Aliran Dana ke DPRD

Lotus4d.com – Jakarta – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Plt Kadinkes) Jombang nonaktif Inna Sulistyowati menceritakan soal kaitan DPRD Jombang dalam kasusnya. Dia mengaku punya rekaman percakapan dengan DPRD.

“Di HP (ponsel) saya terekam pembicaraan dengan DPRD,” kata Inna setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (23/2/2018).

Baca juga: Pungli untuk Suap, Plt Kadinkes Jombang Mengaku Diancam Dipecat

Belum jelas pembicaraan yang dimaksud Inna. Tetapi dia berkata ada hubungan dengan aliran dana ke DPRD.

“Aliran dana ke DPRD,” ujarnya singkat sembari masuk ke mobil tahanan.

Baca juga: Plt Kadinkes Jombang Nonaktif Mengaku Hanya Jalankan Perintah

KPK belum pernah menyebut adanya peran atau kaitan DPRD Jombang dengan kasus ini. Tetapi, menurut KPK, keberadaan bukti rekaman bisa menjadi salah satu bukti untuk menelusuri kasus.

“Saya belum dapat informasi persis, apa yang disampaikan (tersangka ke) penyidik (termasuk aliran dana ke DPRD). Tapi untuk hal-hal seperti itu, apalagi kalau ada rekaman, kalau memang benar ada, jika disampaikan, bisa jadi salah satu bukti yang kita telusuri,” tutur Febri saat diminta konfirmasi.

KPK pun membuka ruang untuk menyampaikan keterangan itu kepada penyidik. Febri juga mengingatkan kesempatan tersangka mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC).

“Dan sebenarnya tersangka-tersangka yang sedang kita proses itu juga punya hak untuk menjadi JC kalau memang ingin mengajukan hal tersebut. Tentu syaratnya ya mengakui perbuatannya dan membuka pihak lain yang lebih besar,” ucapnya.

Dalam perkara ini, Nyono disangka menerima suap dari Inna. Dana berasal dari pungli yang dilakukan Inna terhadap dana kapitasi yang diterima 34 puskesmas di Jombang.

Dana tersebut merupakan sistem mekanisme pembiayaan dalam sistem jaminan kesehatan nasional terhadap Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Inna, disebut KPK, melakukan pungli itu sejak Juni 2017 hingga terkumpul Rp 434 juta.

Inna kemudian menyetor uang Rp 200 juta agar Nyono menetapkan Inna sebagai Kadinkes Pemkab Jombang definitif. Inna melakukan pungli lainnya, yaitu terkait izin operasional sebuah rumah sakit swasta di Jombang.

Dari pungli itu, Inna menyerahkan Rp 75 juta kepada Nyono. Duit itu telah dipakai Nyono sebesar Rp 50 juta untuk keperluan pembayaran iklan terkait kampanye dalam rangka maju lagi ke Pilkada Bupati Jombang 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *