Gereja di Sleman diserang, anggota DPR sebut fenomena ‘lone wolf’ kembali terjadi

LOTUS4D.COM-  Anggota Komisi I DPR, Charles Honoris menduga fenomena ‘lone wolf’ teroris kembali terjadi jika aksi penyerangan Gereja Santa Lidwina di Sleman terbukti dilakukan oleh satu orang. Pelaku ‘lone wolf’ ini, kata Charles, tidak bergerak secara berkelompok, tetapi melakukan teror dengan belajar dari berbagai sumber khususnya internet.

“Dari hasil pemeriksaan sementara aparat serangan teror yang terjadi di gereja Lidwina sepertinya dilakukan seorang diri. Apabila benar maka fenomena ‘lone wolf’ teroris juga terjadi di Indonesia,” kata Charles saat dikonfirmasi, Senin (12/2).

Charles menjelaskan, aksi teror yang dilakukan oleh ‘lone wolf’ teroris sulit dideteksi karena tidak berjejaring dan tidak menyatu dengan kelompok.

“Aksi teror yang direncanakan oleh ‘lone wolf’ terroris juga sulit dideteksi karena mereka tidak berjejaring dan seringkali tidak melakukan komunikasi dengan siapapun,” terangnya.

Melihat penyerangan di Gereja Lidwina, Charles menyarankan pemerintah harus melakukan patroli siber untuk mencegah aksi teror. Politikus PDIP ini juga mendorong memblokir situs-situs serta grup percakapan yang terindikasi berisi konten-konten radikal.

“Pemerintah melalui Kemenkominfo dan Mabes Polri harus lebih waspada akan penyebaran konten-konten radikal dan konten kekerasan di internet,” imbuhnya.

“Situs-situs radikal harus ditutup dan grup-grup chatting di media sosial yang dicurigai radikal harus diawasi secara khusus. Program patroli siber harus digalakkan untuk mencegah radikalisasi diri,” sambung Charles.

Diketahui, Gereja Santa Lidwina di Sleman, Yogyakarta diserang oleh pria yang diduga merupakan seorang mahasiswa berinisial S. Akibat serangan ini, seorang romo bernama Karl Edmund Prier menjadi korban. Selain itu ada tiga jemaat dan seorang polisi yang turut menjadi korban.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *