Teka-teki Anniesa Hasibuan biayai peragaan busana di luar negeri

LOTUS4D.COM-A�Hari-hari perancang busana muslim Anniesa Desvitasari Hasibuan kini terasa suram. Dia bersama sang suami, Andika Hasibuan, ditahan lantaran terjerat skandal penipuan dan penggelapan penyelenggaraan umrah dilakukan perusahaannya, First Travel.

Nama Anniesa melambung di jagat dunia mode Indonesia setelah bisa menembus dunia. Dia menggelar peragaan busana di Istanbul, Kuala Lumpur, London, Los Angeles, hingga New York. Semua terangkum dan dia pajang di situsnya, anniesahasibuan.com. Bahkan, dia berencana kembali menggelar pagelaran busana di New York pada musim gugur dan dingin tahun ini. Entah tetap berjalan atau tidak karena dia sedang tertimpa masalah saat ini.

Konon, ada dugaan kalau usaha merancang busana muslim Anniesa juga bermasalah. Namun, polisi belum membuktikan apakah bisnis itu ilegal karena diduga sebagai bentuk pencucian uang penggelapan penyelenggaraan umrah.

Ongkos penyelenggaraan pagelaran busana kalau dihitung juga tidak murah. Dilansir dari laman Fashionista, Senin (14/8), mereka membedah satu persatu hitungan kasar biaya dalam sebuah peragaan busana.

Jika dihitung secara garis besar, sebuah pagelaran busana ‘standar’ bisa menyedot duit hingga USD 200 ribu (sekitar Rp 2,6 miliar). Pada kenyataannya, pengeluaran merek-merek busana ternama seperti Burberry, Chanel, atau Marc Jacobs buat satu kali peragaan busana bisa lebih dari itu. Menurut Presiden Marc Jacobs, dalam gelaran musim gugur pada 2011 mereka merogoh kocek hingga USD 1 juta (setara Rp 13,3 miliar). Jumlah yang kabarnya setara saat Burberry membangun panggung peragaan busana di Taman Hyde, London. Komponen mesti dihitung juga banyak.

Penghitungan biaya biasanya dimulai dari penentuan lokasi. Biaya mesti dibayar berkisar USD 15 ribu hingga USD 60 ribu (Rp 200 juta sampai Rp 800 jutaan). Kalau tempatnya lebih kecil, bisa saja biayanya tidak terlampau mahal.

Para perancang juga mesti menyewa penata busana dalam sebuah pagelaran. Jika ingin menekan pengeluaran, biasanya perancang terjun langsung mengurus penataan para modelnya. Kalau mesti menyewa, mereka biasanya mesti menyediakan uang sebesar USD 8 ribu hingga USD 10 ribu (sekitar Rp 106 juta hingga Rp 133 juta).

Urusan produksi dan humas juga tidak bisa dilupakan. Mereka bisa mengeluarkan uang hingga USD 15 ribu hingga USD 20 ribu. Kalau mereka cuma menyewa humas saja, maka mesti merogoh kocek antara USD 5 ribu hingga USD 15 ribu.

Masih terkait dengan publikasi, jasa siaran langsung melalui Internet juga penting. Biayanya berkisar USD 12 ribu (Rp 160 juta).

Soal penata rambut dan perias wajah, para desainer bisa bernapas sedikit lega. Bahkan, mereka bisa memperoleh uang jika ada sponsor ingin memajang merek mereka di gelaran itu. Besarnya kira-kira antara USD 5 ribu hingga USD 15 ribu.

Komponen tidak bisa dilupakan adalah model. Mereka yang berlenggak-lenggok di atas panggung memperlihatkan pakaian desain di perancang. Terkadang beberapa menyatakan pengeluaran terbesar adalah buat menyewa model. Kalau desainer itu bermodal minim, mereka bisa saja membayar para model dengan memberikan baju gratis. Namun, hal itu sudah dihindari. Merek busana baru hendak naik daun biasanya hanya sanggup mengeluarkan uang sekitar USD 150 (Rp 2 juta) buat satu model dalam sekali gelaran. Kalau disewa merek ternama, biasanya model juga menaikkan tarif hingga USD 200 sampai USD 500 (Rp 2,6 juta sampai Rp 6,6 juta).

Kemewahan pagelaran busana nampaknya tidak lengkap tanpa kehadiran sosok-sosok ternama, seperti aktor, aktris, penyanyi, seniman, atau lainnya. Namun, keberadaan mereka tidak gratis. Beberapa minta dibayar USD 15 ribu (Rp Rp 200 juta) hingga USD 100 ribu (Rp 1,3 miliar). Ada juga yang dibayar dengan baju sang desainer, atau minta biaya perjalanan serta liburannya ditanggung penyelenggara. Tanpa mereka, rasanya pagelaran busana terasa kurang gemerlap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *