PDIP Siap Menghadapi Isu Agama di Pilkada dan Pilpres 2019

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP ,Budiman Sudjatmiko, mengatakan partainya telah siap menghadapi terpaan isu berbau agama dan ras menjelang kontestasi politik, khususnya dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019. Terlebih, PDIP kemungkinan besar mengusung Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada pilpres mendatang.

“Bukan hanya menghadapi pilpres, buat pilkada pun kami sudah bahas hal itu (serangan isu agama),” kata Budiman kepadaA�TempoA�melalui telepon, Senin, 25 Desember 2017.

Hal tersebut terkait dengan pernyataan Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago yang memprediksi isu-isu kebangsaan dan kenegaraan akan bergeser menjadi isu-isu umat dalam pemilu presiden 2019. Sejumlah isu umat tersebut, kata Pangi, bakal menyerang Presiden Joko Widodo sebagai calon inkumben.

Jokowi, yang selama ini dianggap sebagai tokoh nasionalis-sekuler, dinilai lawan politiknya memiliki jarak dengan agama dalam kehidupan berbangsa. Pangi juga menambahkan, alumni 212 akan menjadi salah satu kekuatan poros penantang Jokowi dalam pemilihan presiden atau pilpres 2019.

Namun, Budiman membantah anggapan tersebut. Menurut dia, nilai-nilai keagamaan dan ketuhanan justru menjadi inspirasi PDIP dan Jokowi sebagai kadernya dalam berpolitik. Ia pun mengatakan, selama ini koalisi dengan partai-partai Islam seperti Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Persatuan Pembangunan pun berjalan baik.

“Begitu halnya hubungan dengan organisasi Islam, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Persatuan Islam,” kata Budiman.

Ia pun menganggap tudingan-tudingan semacam itu merupakan upaya politisasi agama oleh kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pribadinya. Budiman mengatakan partainya sudah mengidentifikasi kelompok-kelompok mana saja yang kerap menyerang PDIP dan Jokowi dengan isu agama. Berbagai bukti pun telah mereka kumpulkan dan akan dibuka pada waktunya.

“Kami bukan lahir dari ruangan ber-AC, kami lahir dari lapangan, sudah biasa itu (serangan isu agama),” ujar dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *