Israel Perpanjang Penahanan Ahed Tamimi Si Gadis Palestina

Israel perpanjang penahanan Ahed Tamimi, gadis remaja yang menampar tentara Israel. Perpanjangan juga berlaku bagi dua perempuan Palestina lainnya.

Dilansir AFP, Selasa (26/12/2017), keputusan perpanjangan penahanan itu merupakan keputusan pengadilan militer Ofer atas kasus dugaan serangan terhadap aparat di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Ahed Tamimi (17), ibunya bernama Nariman Tamimi (43), dan sepupunya bernama Nour Naji Tamimi (21) bakal ditahan sampai Kamis (28) lusa.

Tiga perempuan itu nampak di video yang viral di internet. Video itu merekam peristiwa 15 Desember di desa Nabi Saleh, Tepi Barat, dekat Ramallah.

Tayangan itu memperlihatkan Nour dan Ahed mendekati dua tentara Israel, kemudian mendorong, menendang, dan menampar dua tentara itu sambil memfilmkannya menggunkaan ponsel.

Aparat Israel bersenjata berat itu tak merespons provokasi dari dua gadis remaja. Dua tentara itu kemudian pindah setelah Nariman (ibu dari Ahed) datang dan terlibat.

Keluarga Tamimi ada di garis terdepan aksi protes di Nabi Saleh. Ini adalah tempat demonstrasi terhadap Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Mereka mengatakan seorang anggota keluarganya ditembak di kepala dengan peluru karet saat protes 15 Desember lalu.

Penduduk mengatakan sebagian lahan desa disita oleh otoritas Israel dan diberikan kepada permukiman Israel di dekat sini.

Video yang diduga sebagai aksi penyerangan itu telah dikutip oleh banyak media Israel. Media Israel acap kali menyalahkan para pemrotes dari Palestina yang memprovokasi tentara untuk merespons yang mereka filmkan.

Politisi Israel mengapresiasi pengendalian diri para tentara sebagai wujud pengamalan nilai-nilai militer. Warganet mengkritik penahanan Ahed pada tengah malam itu. Warga Palestina berhak mempertahankan tanahnya dan melawan pendudukan yang dilakukan tentara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *